Tiga Taruna STTKD Lolos Formosa Talent Internship Program di National Formosa University Taiwan


Yogyakarta
30 Desember 2025— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD). Tiga taruna dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara (MTU) berhasil lolos dan diterima mengikuti Formosa Talent Internship Program (FTIP) yang diselenggarakan oleh National Formosa University (NFU), Taiwan, untuk periode Spring 2026 selama satu semester penuh.

Ketiga taruna tersebut adalah Juan Pratama Gea, Gilang Tri Sandi, dan Ahmad Syarif Hilwanie. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas akademik, kompetensi global, serta kesiapan taruna STTKD dalam bersaing di kancah internasional, khususnya dalam program magang dan akademik bereputasi dunia.

Program Internasional Bergengsi

Formosa Talent Internship Program merupakan salah satu program internasional unggulan yang dikelola oleh National Formosa University, Taiwan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman magang laboratorium, pembelajaran akademik, serta penguatan kompetensi global bagi mahasiswa internasional dari berbagai negara. Setiap peserta akan mengikuti program selama satu semester dengan beban studi setara 18 SKS, yang mencakup proyek magang (lab internship), mata kuliah profesional pilihan, serta kelas dasar bahasa Mandarin.

NFU sendiri dikenal sebagai salah satu universitas negeri unggulan di Taiwan yang memiliki kekuatan di bidang teknik, industri, manajemen, serta teknologi terapan. Program FTIP menjadi ajang strategis bagi mahasiswa internasional untuk terlibat langsung dalam kegiatan riset terapan, pengelolaan industri, hingga pengembangan keilmuan berbasis praktik.

Seleksi Ketat dan Kompetitif

Proses seleksi Formosa Talent Internship Program dikenal sangat ketat. Peserta harus melewati tahapan seleksi administrasi, penilaian akademik, kesiapan bahasa, hingga kesesuaian bidang studi dengan topik magang yang ditawarkan. Dalam FTIP Spring 2026, peserta yang diterima berasal dari berbagai negara seperti Jerman, India, Vietnam, Filipina, Thailand, hingga Indonesia.

Dari Indonesia sendiri, hanya sejumlah mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi yang dinyatakan lolos. Keberhasilan tiga taruna STTKD ini menjadi pencapaian yang sangat signifikan, mengingat persaingan berlangsung secara internasional dan melibatkan universitas-universitas besar.

Kontribusi Prodi D4 Manajemen Transportasi Udara

Sebagai taruna dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara, Juan Pratama Gea, Gilang Tri Sandi, dan Ahmad Syarif Hilwanie membawa latar belakang keilmuan yang relevan dengan bidang manajemen industri, transportasi, serta sistem operasional. Kompetensi ini sejalan dengan berbagai topik magang dan mata kuliah yang ditawarkan di NFU, khususnya pada bidang civil aviation engineering management, industrial management, decision support systems, dan pengelolaan operasional berbasis teknologi.

Keikutsertaan mereka dalam program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas personal, tetapi juga memperkuat reputasi Program Studi D4 MTU STTKD di tingkat internasional.

Pengalaman Akademik dan Budaya Global

Selama mengikuti FTIP Spring 2026, ketiga taruna STTKD akan menjalani berbagai aktivitas akademik dan non-akademik. Mereka akan terlibat langsung dalam proyek magang di bawah bimbingan profesor NFU, mengikuti mata kuliah profesional, serta berinteraksi dengan mahasiswa internasional dari berbagai latar belakang budaya.

Pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran lintas budaya yang sangat berharga. Selain memperkuat kemampuan akademik dan profesional, para taruna juga akan mengembangkan soft skills, seperti komunikasi internasional, kerja sama lintas budaya, manajemen waktu, serta adaptasi di lingkungan global.

Tak kalah penting, program ini juga membekali peserta dengan pengalaman hidup di Taiwan, termasuk pengenalan budaya lokal, sistem transportasi, serta kehidupan kampus internasional yang modern dan multikultural.

Harapan dan Dampak bagi STTKD

Keberhasilan tiga taruna STTKD ini diharapkan menjadi inspirasi bagi taruna lainnya untuk berani mengambil peluang internasional. Program seperti FTIP membuka wawasan bahwa mahasiswa vokasi, khususnya di bidang transportasi udara, memiliki peluang yang sangat besar untuk berkiprah di tingkat global.

Pihak institusi berharap, sepulangnya dari program ini, para taruna dapat menjadi agen perubahan dengan membagikan pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik yang diperoleh selama di NFU. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan kualitas lulusan STTKD yang berdaya saing internasional dan siap menghadapi tantangan industri penerbangan global.

Komitmen Internasionalisasi Pendidikan

Keikutsertaan taruna STTKD dalam Formosa Talent Internship Program juga sejalan dengan komitmen STTKD dalam mendorong internasionalisasi pendidikan, penguatan jejaring global, serta peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi. Kerja sama internasional semacam ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi global.

Dengan semakin banyaknya taruna yang berhasil menembus program internasional, STTKD menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat dunia.